Kamis, 17 Januari 2013

CARA MENGATASI BANJIR DAN MACET by dr.edd








Masalah masalah lama yang sampai sekarang belum terselesaikan :

1. Macet
2. Banjir
3. Air mahal
4. Beras mahal
5. Pendidikan yang buruk
6. Bahan bakar minyak yang mahal
7. Kekurangtersediaan lahan perumahan
8  Pelayanan kesehatan yang buruk
9. Kemiskinan dan pengangguran 


Macet di mana mana hampir di semua kota. Banjir bagaikan sebuah tradisi, bahkan kota kota yang selama ini bisa dibilang tidak pernah banjir, belakangan malah jadi langganan banjir. Kekurangan air bersih dimana mana belum terselesaikan dengan baik, padahal disisi lain perusahaan air menangguk untung yang berlipat lipat. Kekurangan stok beras nasional yang menyebabkan harga beras menjadi sangat tidak stabil (baca: semakin mahal). Masih banyak warga negara yang belum mendapatkan pendidikan. Kualitas pendidikanpun masih jauh dari ideal. Harga bahan bakar minyak yang terus melambung dan sulit terjangkau, sangat membebani anggaran negara. Lahan perumahan yang semakin menipis sehingga menjadi sangat mahal. Pelayanan kesehatan yang masih buruk dan mahal sehingga masyarakat masih banyak yang lari ke alternatif dan dukun yang sangat meragukan hasil pengobatannya. Kemiskinan, pengemis, gelandangan masih tersebar di mana mana, yang terus menjadi beban sosial. Tingginya angka pengangguran yang konon katanya akibat dari sedikitnya lahan pekerjaan. pengangguran yang banyak juga berperan dalam meningkatnya kasus kejahatan.

Selama ini cara penyelesaian masalah masalah tersebut di atas tidaklah efektif, terbukti dari kondisi yang ada sekarang. Penyebabnya adalah tidak dilakukannya penyelesaian masalah secara menyeluruh. Selama ini masalah masalah tersebut diselesaikan dengan cara parsial atau sebagian sebagian. Hasilnyapun sebagian sebagian pula tentunya. Ketika sering terjadi kemacetan maka yang dianggap salah adalah kurangnya ruas jalan, maka dibangunlah ruas jalan ( tol ) baru di mana mana. Ketika terjadi banjir, maka yang dianggap jadi penyebab adalah pendangkalan sungai dan sampah. Ketika terjadi kekurangan air bersih, dikirimlah bertangki tangki air bersih yang diambil dari wilayah lain. Ketika terjadi kekurangan beras, segera dilakukan impor beras. Di dunia pendidikan solusinya selama ini adalah membangun sekolah di mana mana tanpa menghiraukan kualitas, yang penting bangun sekolah, tenaga pengajarnya pikir belakangan. Bahan Bakar Minyak selama ini selalu menjadi polemik di masyarakat, tidak pernah terselesaikan dengan tuntas, karena yang dilakukan selama ini hanyalah cara yang paling gampang yaitu menaikkan harga BBM, untuk meringankan beban anggaran katanya. Lahan perumahan yang semakin sempit dan mahal selama ini diselesaikan dengan rumah susun dan kampung deret dan yang sejenis lainnya. Itu adalah penyelesaian secara parsial, sifatnya sementara saja. Pelayanan kesehatan yang masih sangat buruk terbukti dari banyaknya kasus mal praktek, orang miskin tidak mendapat pelayanan kesehatan. Sering diselesaikan secara damai ketika si pasien sudah terlanjur meninggal. Kemiskinan dan pengangguran malah belum begitu terlihat upaya upaya memberantasnya. Selama ini biasanya golongan masyarakat ini belum terlihat sama sekali upaya mengatasinya.

Kalau kita renungkan

Macet disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang menggunakan jalan raya. Semakin banyak manusia maka semakin banyak juga kendaraan yang berada di jalan raya. Jumlah kendaraan di jalan raya akan tetap jika jumlah manusia tetap, karena tidak mungkin satu manusia mengemudikan dua kendaraan sekaligus di jalan raya. Jumlah kendaraan di jalan raya hanya bisa dikurangi dengan menyediakan sarana angkutan massal yang memadai dan murah sehingga menjadi pilihan utama dalam mobilisasi manusia. Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka kemacetan akan teratasi.

Banjir disebabkan oleh beberapa hal : sampah yang banyak menyumbat saluran air, kurangnya ruang terbuka hijau yang di sebabkan banyaknya pembangunan perumahan membuat air hujan yang seharusnya diserap tanah berganti jadi genangan air permukaan yng lebih sering disebut banjir. Sampah adalah produk dari populasi manusia. semakin banyak manusia, maka semakin banyak sampah. Semakin banyak manusia, maka semakin banyak dibangun rumah rumah baru, semakin banyak penebangan pohon sebagai bahan rumah, ruang terbuka hijau akan semakin sedikit, air permukaan akan semakin banyak. Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka banjir akan teratasi.

Air yang mahal sudah tentu disebabkan oleh suplay air yang tetap cenderung disertai demand kebutuhan air yang meningkat pesat. Demand meningkat karena jumlah manusia yang terus bertambah. Kondisi itu jelas membuat harga air menjadi mahal. Kebutuhan air yang banyak juga menyebabkan habisnya sumber sumber air bersih karena over ekploitasi. Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka masalah air bersih akan teratasi

Beras mahal disebabkan karena permintaan beras yang semakin meningkat. Permintaan beras meningkat karena manusia yang mengkomsumsinya semakin banyak. Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka masalah beras akan teratasi

Pendidikan yang sekarang kurang berkualitas karena banyaknya jumlah murid dalam satu ruang kelas. Pengajar menjadi kurang detail mengenai perkembangan satu demi satu anak didiknya. Dengan anggaran yang sama tapi jumlah murid yang sedikit tentunya akan lebih mudah dikontrol kemajuan setiap murid, sudah pasti membuat pendidikan menjadi lebih berkualitas. Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka masalah pendidikan berkualitas akan teratasi.

Bahan Bakar Minyak semakin banyak jika semakin banyak kendaraan di jalanan, jika jumlah manusia berkurang atau minimal tetap maka kebutuhan BBM pun akan tetap cenderung menurun. Keperluan BBM untuk rumah tanggapun akan berkurang. Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka masalah BBM akan teratasi.

Lahan perumahan baru diperlukan biasanya karena adanya manusia baru. Kebutuhan perumahan meningkat jika populasi manusia meningkat. Jika jumlah manusia tetap atau berkurang, tidaklah diperlukan lagi lahan baru, melainkan cukup membangun di lahan lama. Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka masalah kebutuhan lahan perumahan akan teratasi.

Kualitas pelayanan kesehatan berbanding terbalik dengan jumlah manusia yang dilayani. Dengan anggaran yang sama semakin banyak yang harus dilayani maka semakin buruk kualitas pelayanannya. Semakin sedikit klien yang dilayani maka akan lebih berkualitas pelayanan kesehatan, karena tenaga medis akan bisa dengan lebih detail melayani klien.  Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka masalah pelayanan kesehatan berkualitas akan teratasi.

Kemiskinan dan pengangguran akan lebih mudah dikontrol pemerintah jika datanya jelas. Pengangguran tidak akan terjadi jika jumlah lapangan kerja meningkat minimal tetap, disertai jumlah pencari kerja yang menurun minimal tetap. Meningkatnya jumlah manusia menuntut meningkatnya lahan pekerjaan. Jumlah populasi manusia harus berkurang minimal tetap, maka masalah pelayanan kemiskinan dan pengangguran akan teratasi.

Dari uraian di atas sangat jelas bahwa muara dari sekian banyak masalah yang tidak teratasi itu adalah POPULASI MANUSIA. Populasi manusia harus berkurang minimal tetap, barulah masalah masalah itu teratasi dengan baik dan terukur.

Pertumbuhan penduduk haruslah maksimal 0 ( nol ), minus lebih baik lagi untuk kondisi sekarang. Dengan kata lain dalam satu pernikahan maksimal punya dua anak, satu lebih baik untuk kondisi sekarang. Dengan anak yang maksimal dua jumlah populasi manusia tidak akan pernah bertambah dari generasi ke generasi. Kedua orang tua berasal dari generasi yang sama, meninggalpun pada periode yang sama ( dua manusia ). Generasi yang baru ( generasi anak ) pun cuma dua manusia baru untuk periode yang lain. Jadi tidak ada pertambahan jumlah manusia. 

Dengan demikian perencanaan pembangunanpun pasti akan lebih mudah. Hal ini haruslah disadari oleh semua pihak baik pemerintah, lembaga lembaga negara yang lain, maupun masyarakat itu sendiri. Sangat diperlukan semacam gerakan nasional untuk menghentikan laju pertumbuhan penduduk. Sebenarnya di masa lalu gerakan nasional semacam ini ( Keluarga Berencana ) sudah pernah dilakukan dan hasilnya memang sangatlah terlihat. Segala kebijakan pembangunan dapat lebih mudah diterapkan dengan laju pertumbuhan yang terkontrol. Karena ini sifatnya gerakan nasional jangka panjang tentunya perlu ditetapkan dalam Peraturan negara yang sangat tinggi yaitu TAP MPR, supaya pelaksanaannya mengikat dengan ketat terhadap Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun seluruh rakyat.

Baca juga Menaikkan harga BBM kok susah



Semoga bermanfaat


dr.edd ...... dokter tidak kesampaian
( dari berbagai sumber yang bisa dipercaya maupun tidak )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar